Gue sering ngobrol sama tetangga yang sudah pensiun, dan topiknya hampir selalu muter ke dua hal: tagihan listrik yang makin naik, dan barang-barang di rumah yang kok cepat rusak. Anehnya, banyak dari mereka yang sudah "berhemat" mati-matian, tapi hasilnya malah kebalik. Nah, di artikel ini gue mau bongkar beberapa mitos hemat energi yang ternyata keliru, khususnya buat kamu yang sekarang lebih banyak di rumah.
Karena jujur ya, waktu masih kerja dulu, kita nggak sempat mikirin hal-hal begini. Sekarang sudah pensiun, waktu di rumah lebih panjang, dan justru di sinilah kebiasaan-kebiasaan kecil itu kelihatan efeknya.
Mitos 1: Cabut Steker Semua Barang = Hemat Listrik
Ini mitos paling populer. Banyak pensiunan yang rajin banget mencabut steker TV, rice cooker, sampai charger HP tiap kali nggak dipakai. Niatnya mulia: biar nggak ada listrik "nyangkut". Tapi kenyataannya nggak sesederhana itu.
Cabut steker barang elektronik memang bisa menghemat, tapi jumlahnya kecil banget — biasanya cuma beberapa watt per hari. Yang jadi masalah, kebiasaan mencabut-pasang terus-menerus ini justru bikin colokan dan kabel cepat longgar. Lama-lama kontaknya jelek, dan barang jadi lebih gampang rusak. Gue sendiri dulu begitu, sampai akhirnya kipas angin di rumah kontaknya oblak dan harus ganti.
Baca juga: Di Dapur Kos, Tanda Ini Sering Diabaikan Ibu Rumah Tangga
Yang lebih masuk akal: cabut steker barang yang memang boros saat standby, kayak TV besar atau set-top box. Untuk charger HP dan laptop, cukup cabut kalau memang sudah penuh. Nggak perlu ritual cabut semua colokan tiap malam.
Mitos 2: Kulkas Diisi Penuh Biar Hemat Listrik
Nah, ini yang paling sering gue dengar dari teman-teman sepuh. Katanya, kulkas yang penuh itu lebih hemat listrik karena "dinginnya nyimpan". Sayangnya, ini keliru untuk kulkas rumah tangga biasa.
Kulkas yang terlalu penuh justru bikin sirkulasi udara dingin terhambat. Kompresor jadi kerja lebih keras, listrik naik, dan makanan di belakang nggak kedinginan merata. Sebaliknya, kulkas yang kosong banget juga boros karena udara dingin gampang keluar tiap pintu dibuka.
Yang ideal itu isi sekitar 70-80 persen. Jadi kalau kamu pensiunan yang suka belanja bulanan sekaligus, jangan langsung sumbat semua ke kulkas. Sisakan ruang, atur rak dengan rapi, dan jangan taruh makanan panas langsung masuk.
Hemat itu bukan soal seberapa banyak yang kamu cabut atau matikan, tapi seberapa pintar kamu mengatur pemakaian.
Mitos 3: Matikan AC Sebentar-Sebentar Bikin Lebih Hemat
Ini kebiasaan klasik: AC dinyalakan, dingin sedikit, dimatikan, panas lagi, dinyalakan lagi. Kelihatannya hemat karena nggak nyala terus. Padahal justru sebaliknya.
Setiap kali AC dinyalakan dari kondisi mati, kompresor butuh lonjakan daya yang besar untuk mendinginkan ruangan dari awal. Kalau kamu lakukan ini berkali-kali, total listriknya bisa lebih boros daripada nyalakan sekali dengan suhu stabil. Belum lagi kompresor jadi cepat aus.
Solusi yang bener: nyalakan AC di suhu 24-25 derajat, tutup pintu dan jendela, lalu biarkan dia kerja stabil. Kalau ruangan mau ditinggal lama, baru matikan. Buat kamu yang di rumah seharian, ini jauh lebih ramah ke dompet dan ke mesin AC-nya.
Bonus: Mitos Soal Beras di Kulkas
Ini agak nyambung ke perawatan barang. Banyak yang bilang menyimpan beras di kulkas bikin awet dan bebas kutu. Betul beras jadi lebih tahan kutu, tapi ada efek sampingnya: kulkas jadi lembap, dan beras menyerap bau makanan lain. Kalau mau simpan beras lama, lebih baik taruh di wadah kedap udara di tempat kering. Kulkas bukan gudang beras.
Jadi, Gimana Cara Hemat yang Bener?
Intinya, hemat energi itu bukan soal mati-matian mematikan ini-itu, tapi soal kebiasaan yang konsisten dan masuk akal. Beberapa yang gue terapkan sendiri di rumah:
- Ganti lampu lama ke LED — hematnya lumayan banget dan tahan lama.
- Bersihkan filter AC tiap bulan; AC kotor bikin kompresor kerja ekstra.
- Atur suhu kulkas di 3-4 derajat Celsius, freezer di -18 derajat.
- Jangan buka-tutup pintu kulkas kelamaan, apalagi sambil mikir mau masak apa.
- Cuci mesin cuci dengan muatan penuh, bukan sedikit-sedikit tapi sering.
Kebiasaan-kebiasaan ini kelihatan sepele, tapi buat pensiunan yang pengeluaran sudah tetap, selisih tagihan listrik tiap bulan itu kerasa banget. Dan yang lebih penting, barang-barang di rumah jadi lebih awet — nggak perlu buru-buru beli baru.
Gue sendiri belajar ini dari kesalahan. Dulu gue termasuk yang rajin cabut steker dan mati-nyalain AC. Setelah tagihan nggak turun-turun dan AC malah rusak, baru sadar kalau mitos-mitos itu nggak selalu bener. Sekarang gue lebih santai tapi hasilnya lebih hemat.
Jadi, buat kamu yang sudah pensiun dan pengin rumah tetap nyaman tanpa boncos, mulai dari sekarang tinggalkan kebiasaan hemat yang keliru. Hemat itu bukan soal pelit, tapi soal pintar. Dan pintar itu bisa dipelajari, kok.